DAG. DIG. DUG

13 Jan 2012

DAG. DIG. DUG. Jantungku sekejap berlomba menabuhkan dentuman tak berirama. Kamu ada di hadapanku. Menanti. Menunggu. Sentuhan dariku.

Sesaat, aku menunda untuk menyentuhmu. Terlalu banyak pertimbangan yang menari dipikiranku. Menyentuhmu. Atau tidak. Melepas satu persatu bungkus yang menutupi seluruh tubuhmu. Atau membiarkanmu kembali termiliki oleh pemilikmu.

DAG. DIG. DUG. Sejenak aku tersadar, dosakah aku bila memilikimu yang bukan milikku? Bolehkah aku menyentuhmu, mencecap manismu, kemudian meminta ijin pada pemilikmu, setelah debar dijantungku terpenuhi setelah mengetahui rasamu. Aku akan bilang pada pemilikmu, tapi nanti. Dosakah?

Kamu terlalu manis untuk dilewatkan. Kamu terlalu menggoda. Kamu adalah kenangan dari masa laluku. Aku ingin mengingat kembali rasa yang pernah tersimpan manis dimasa laluku.

Kamu. Aku. Dan rasa manis yang kamu tawarkan.

DAG. DIG. DUG. Kamu diam saja ketika aku mulai menyentuh kulitmu. Membuka satu persatu bungkus yang menutupi tubuhmu yang liat dan lembut. Kamu seperti nampak tersenyum ketika perlahan aku tak mampu menahan nafsuku dan mulai menyentuhmu. Kamu membiarkan aku melakukannya.

Kucicip manis rasamu. Seketika aku terlempar ke masa lalu. Kenangan bersamamu. Mencecap manismu. Ah, aku lupa sudah dengan pemilikmu. Ku nikmati kamu dengan rakusnya sampai habis sudah semua dirimu.

Sungguh, kamu nikmat. Daun yang membungkus tubuhmu adalah aroma ternikmat yang membuatmu begitu lezat, jenang candilku !!!

~~postingan ini diikutkan dalam tulisan #15HariNgeblogFF proyeknya Unge dan Momo :-)

jenang_grendul

foto diunduh dari blog resep.


TAGS #15HariNgeblogFF Unge Momo Penulis Rusuh Flash Fiction


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post