sahabat

27 Dec 2011

satu musuh sudah terlalu banyak, 1000 sahabat masih terlalu sedikit — read somewhere

saya pernah baca quote diatas, mungkin tidak persis begitu tapi kira kira begitulah maksudnya. satu musuh sudah terlalu banyak, seribu sahabat masih kurang. buat saya, sahabat adalah salah satu orang yang penting dalam hidup saya, selain keluarga. saya punya beberapa sahabat yang memiliki ikatan hati cukup kuat. tidak selalu bertemu muka, tapi selalu menanyakan kabar dengan sangat intens. bahkan rasanya ada perasaan bersalah kalau lama nggak nanyain kabar, atau merasa ada yang kurang kalau nggak ditanya “LAGI APA”. pertanyaan yang singkat tapi buat saya itu kata lain dari ungkapan bahwa saya kangen dia atau sebaliknya.

saya ada satu sahabat, yang buat saya sudah sangat soulmate banget. batasan definisi soulmate saya dengan sahabat adalah ketika tanpa bicara kita bisa tahu apa yang mau dia bilang. atau, hanya dengan menatap mata, saya tahu yang dia rasa atau sebaliknya. KLIK banget lah pokonya …

nah, saya dengan yang satu ini klik banget dari sejak kami sadar kami nggak bisa dipisahkan. dulu saya sebel sama dia, karena sikapnya yang buat saya sok banget. eh, tapi saya belakangan baru nyadar lho sahabat sahabat yang bertahan sampai saat ini awalnya biasanya karena “perasaan tidak suka”. hehe. uhm, tapi mungkin itu sebenernya kami sedang berproses. screening. nah, begitu juga dengan yang satu ini. sebut saja namanya mawar. *halah* ini kan bukan lagi bikin berita korban kriminal :)))

saya nggak pernah punya rahasia dengan dia. tapi dia seperti memblokade kehidupan pribadinya terhadap saya. saya kalau lagi kunjungan ke kota dia tinggal, selalu dia yang pertama saya hubungi. saya kasih kabar kalau saya sedang atau akan datang di kota tempat dia tinggal, sekalipun saya sibuk, saya kabarkan kemungkinan saya tidak bisa main ke tempatnya. saya ngabarin. kenapa? karena saya merasa dia penting. saya ingin dia tahu saya dekat dengannya secara fisik. walau nggak bisa mampir, saya pengen dia tahu kami dekat. tapi tidak dengannya. saya tahu dia ada di kota saya dari status BB dan facebooknya. kasih kabar saja tidak. pas saya nanya kabarnya, dia bilang iya lagi ada di sini.

jujur, saya sedih. iya, saya bikin postingan ini buat curhat saya sedih dia nggak menganggap saya penting. saya takut bertanya, apa kamu masih menganggap saya sahabat? saya takut dengan jawabannya. saya takut dia menjawab saya hanya teman. teman biasa. bukan sahabat.

memang, saya beberapa kali menyakiti hatinya. tidak sengaja. dan saya sudah minta maaf. saya berusaha sungguh sungguh untuk memperbaiki kekacauan yang saya timbulkan setelah menyakiti hatinya. saya ingin berdamai dengan sahabat saya. menurut saya wajar terjadi perselisihan. justru dari masalah yang timbul dan bagaimana kami menyelesaikannya yang membuat persahabatan itu kuat. tapi, mungkin dia belum memaafkan saya. atau apa? i have no direction.

kalau mau hitung2an, ‘dosa-dosa’ dia lebih banyak ke saya. dia bukan hanya menyakiti saya, tapi sahabat sahabat saya, dan itu sangat menyakitkan. tapi setelah sama sama coba memperbaiki kesalahan yang terjadi, saya sudah memaafkannya. saya menerimanya. kesalahan yang terjadi wajar dan cukup untuk cermin supaya tidak terulang lagi. walaupun, yaaa, dia mengulangnya lagi hehehe .. tapi toh saya tetap menerimanya. memahami karakter sahabat itu penting. kalau memang sudah karakternya memang sulit berubah, sama seperti saya juga punya karakter yang mungkin sulit diterima sahabat. menerima perbedaan. dari sahabat juga saya belajar menerima dan memahami perbedaan dengan suami saya. kompromi. komitmen. how to deal with differences.

sampai detik ini saya belum bisa menerima sikap dia yang tidak kasih kabar ke saya kalau lagi pulang kampung. sekedar kasih kabar, “D, saya pulang nih. tapi nggak sempat mampir kerumah karena waktunya sempit dan agenda acara banyak.” saya sangat mengerti. dan itu cukup menyenangkan karena merasa dia dekat disini, satu udara dengan yang saya hirup.

sedih. sempat tergoda pikiran jahat “lupakan saja, D, sahabat kamu bukan hanya dia. berkali dia nyakitin kamu, ngerugiin dan ngecewain kamu, toh nggak minta maaf. yang ada dia datang bawa masalah, kamu yang ngeberesin. minta maaf aja nggak terucap. saatnya kamu yang butuh dia, hadir saja tidak. sekedar kasih ucapan duka atau bahagia lewas sms aja nggak. sahabat macam apa itu?”

akankah saya mengikuti bisikan dalam hati saya?

to let her go?

to put her on friend list. not in close best friend list?

saya belum memutuskan.

ladies8

>>ini memang postingan mellow gegara dia nggak kasih kabar kalau lagi pulang … :’( taunya dari status facebook, dan ternyata janjian makan malam sama orang lain. yea, i am not that special … ternyata … cuma sekedar ngabarin aja nggak dia lakuin… sedih, sedih, … mellow, mellow …


TAGS friendship persahabatan sahabat yang tak dianggap pertemanan kehilangan sahabat


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post